Suara tangisan bayi terdengar dari kamar dilantai dua. Dengan segera ibunda dari si kecil tampan itu mengecek keadaan buah hatinya. "Lapar ya, Nak?" tanya Jihan sambil tersenyum pada putranya yang masih berusia tiga bulan. Suara pintu terbuka membuat Jihan mengalihkan sejenak atensinya dari Razzan yang tengah menyusu padanya. “Bangun, ya?" ucap Pandu sambil menghampiri sang istri yang tetap terlihat cantik meskipun gurat lelah nampak diwajah ayunya. Dikecupnya kening Jihan lalu mengecup kening Razzan Artasena. "Jangan diganggu pas lagi mimi. Tuh kan, dia malah lihatin kamu, Mas." keluh Jihan saat Razzan lebih asyik memperhatikan Babanya daripada sumber makanannya. "Tanggung jawab." desis Jihan pelan. Dirinya baru tidur satu jam, lalu tangisan Razzan membangunkannya. "Mimi l
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


