Dua Puluh Dua

700 Kata

Semarang.     Jihan baru tiba di Semarang semalam setelah dijemput oleh Imran. Tubuhnya masih lelah, namun semalam pula sebelum dia tidur, ibu memberitahunya kalau besok dia harus bangun pagi. Dan, ya sekarang dia bangun pagi. "Han, lo disuruh ibu ke salon." Ucap Siska saat Jihan baru saja mendudukkan dirinya dikursi makan.     "Ngapain?" Tanya Jihan sambil mengambil sebpotong singkong goreng.     "Perawatanlah. Sesekali sih."     "Males. Kemarin di Jakarta udah sekali."     "Ibu, ini anak ibu yang paling cantik gak mau ke salon." Adu Siska pada ibu mertuanya..     "Mana?" Sahut sang ibu. "Ke salon dek." Kata sang ibu pelan pada anak bungsunya.     "Capek bu. Baru juga nyampe." Keluh Jihan sambil memeluk ibunya.     "Nanti bakalan rileks deh disana." Rayu Siska. "Dibayarin Abangmu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN