Dua Puluh Empat

903 Kata

    Setelah rangkaian panjang acara akad nikah dan resepsi, akhirnya aku bisa mengistirahatkan tubuhku. Aku sudah mandi sedangkan Mas Pandu mungkin sedang dibawah. Entah aku tak tahu. Kuoleskan beberapa krim diwajahku untuk menenangkan kulit wajahku setelah seharian memakai make up. Jujur bisa dihitung jari saja aku memakai makeup setebal itu. Suara pintu terbuka membuatku menoleh kearah benda itu. Suamiku ehm, masih aneh aku menyebutnya. Mas Pandu masih memakai celana hitam yang dipakainya saat ijab dan resepsi tadi, namun untuk atasannya dia hanya memakai kaos.     "Mau mandi?" Tanyaku.     "Ehm. Iya. Kamu udah mandi?" Tanyanya balik sambil membuka lemari. Bajunya yang ada dikoper sudah kupindahkan ke lemari. What? Wait, itu tugasku sekarang. Langsung saja kutinggalkan krim - krimku da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN