Mas Pandu : Saya sudah didepan. Jihan : Bisa nunggu sebentar nggak mas? Mas Pandu : Iya. Jihan benar - benar menyesali keputusannya berlari ditrotoar panas, banyak kerikilnya. Kakinya benar - benar perih saat ini, terlebih untuk berjalan. Dia akhirnya memakai sandal yang biasa digunakan dihotel. Oleh - oleh Dito yang dua hari lalu ditugaskan pergi ke Lampung. Jihan turun dibantu oleh Winda. Pandu yang melihat cara berjalan Jihan yang aneh, ditambah ringisan yang menghiasi wajah itu membuatnya bertanya, apakah ini penyebab suara Jihan bergetar saat ditelepon tadi? "Kenapa?" Tanya Pandu. "Apanya?" Tanya Jihan mencoba mengalihkan pembicaraan. Belum sempat bertanya lagi, Winda terlebih dulu memotong kesempatannya, “Mas ini tasnya Mbak Jihan." Ucap Winda sambil menyerahkan tas Jiha

