Bab 48: My Wedding Diary 9

1027 Kata

Haris mengajakku pindah ke sebuah rumah mungil di kawasan Pondok Indah. Rumah itu jauh dari kata mewah, seperti rumah Haris sebelumnya. Seminggu di rumah Haris, Aku serasa di neraka, pasalnya segala hal yang aku lakukan di rumah itu tak pernah benar di mata nenek Haris. Sehari tinggal bersama aku tak tidur sama sekali setelah resepsi, aku harus membereskan semuanya yang berantakan di gedung resepsi yang dibawa pulang. Aku lelah dan ingin berbaring ketika aku melihat Haris di kamar pengantin, tapi aku tak boleh bermimpi pasalnya nenek Haris tak melepaskan pandangannya dariku sedetikpun hingga aku benar-benar tak leluasa. Hari berikutnyaa setelah pesta pernikahan pun, aku tak punya waktu tidur yang baik karena keluarga besar Haris dari berbagai kota yang tak sempat hadir di resepsi pernik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN