Anora menarik napas sangat panjang ketika ia usai membaca bukunya di bab 9. Ada sedikit rasa sesal ketika ia menuliskannya bahwasannya nenek Haris yang kurang lebih membuat susah ia dalam berumah tangga. Ia melirik jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan ia masih punya waktu sekitar dua puluh menit untuk acara tanda tangan bukunya. Anora mengamati sekelilingnya dan ia cukup berbangga diri bahwa toko itu telah ramai pengunjung dan bukunya yang dipajang di rak telah habis diambil pengunjung. Ia tak pernah membayangkan bahwa bukunya akan berdiri di jajaran rak best seller dan selalu habis terjual. Para panitia sibuk mempersiapkan meja dan kursi untuk Anora berikut dengan banner yang besar di tembok belakang kursi. Karena ia menolak wajahnya dipublish, maka banner itu tidak menunjukka

