"Ra?" panggil Tania. Anora buru-buru menutup buku diary yang lumayan membuat sesak dadanya seketika. "Lo gak papa?" tanya Rania cemas. Ia seolah mengerti ada gejolak lain yang tengah dirasakan oleh Anora. Anora tersenyum kecil dan menggeleng ke arah Tania yang menatapnya heran. "Yakin?" tanyanya lagi dan Anora mengangguk. "Sesi tanda tangan lo kurang lima menit dan gue gak ngerti kalau antriannya udah sepanjang itu..." kata Tania seraya menoleh ke antrian yang super panjang sampai pintu keluar dan masih ada yang ngantri. "Dah siap, kan?" tanya Manda yang tiba-tiba muncul diantara mereka. "Cuma dua jam kan, man?" tanya Tania ragu yang dibalas anggukan kepala oleh Manda. "Lo yakin sebanyak itu bisa dua jam?" kata Tania lagi, kali ini Manda menoleh dan ia menatap dengan keraguan sekarang.

