Epilog

1034 Kata

Anora dengan gaun putih pengantinnya berlari mengejar pujaan hatinya yang seharusnya ia nikahi. Persetan dengan netijen yang memintanya bersatu dengan salah satu dari empat calon tersebut. Ia tak peduli lagi komentar netijen tentang buku novelnya "My Wedding Diary" "Tunggu! tunggu!" teriak Anora sembari masih berlari mengejar pria pujaannya. Saat ia sudah sampai di belakang pria yang tengah berdiri di dalam hutan dalam suasana kabut tersebut, Anora yang masih ngos-ngosan memegang pundak kiri bahu pria tersebut dan pria itu menoleh. Anora mendadak kaget. Mata biru yang ia benci ada di hadapannya kini. Dengan tatapan kaget ia menatap lelaki yang terlihat samar itu dengan sangat jengah. "Kok lo sih?" tanya Anora heran. "Ayo lari, ayo!" katanya seraya menarik paksa tangan kiri Anora. Mau t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN