“Kamu masih ingat penjelasanku mengenai Energi Yin dan Yang?”
Xena mengangguk, “Masih.”
“Sesungguhnya aku mempunyai kondisi yang sama dengan kamu.” Zenon menautkan jari – jarinya satu sama lain, merasa gugup dengan cerita yang akan dia ungkapkan nanti. “Jika kamu mempunyai kondisi di mana Energi Yin-mu sangat melimpah. Aku mempunyai kondisi yang bertolak belakang dengan kamu, Energi Yang-ku lah yang sangat melimpah hingga perlu menggunakan benda keramat tingkat tinggi untuk menekannya.”
Zenon dilahirkan pada hari hantu —tepatnya pada tanggal 31 oktober—, yaitu hari di mana dimensi antara dunia manusia dan hantu tidak mempunyai batasan sehingga para hantu dapat berkeliaran dengan bebas di dunia manusia dalam wujud yang lebih nyata. Pada hari ini pula lah, perpaduan Energi Yin dan Yang menjadi tidak seimbang, saling meledak – ledak dan berusaha menekan satu sama lain. Karena hal ini jugalah yang membuat beberapa manusia menjadi bersemangat dan adapula yang menjadi lesu akibat terpapar oleh dua energi yang saling bertolak belakang ini.
Ketika baru dilahirkan, bayi manusia cenderung mempunyai tulang kepala yang belum menyatu secara sempurna sehingga menjadi rapuh. Dari celah tulang yang belum menyatu inilah kadang kala ada Energi Yin atau Yang yang tanpa sengaja memasuki bayi, mengisi ruang – ruang kosong di dalam tubuh mereka dan akan terus mengendap di dalam sana begitu hari hantu sudah terlewati.
Begitu pun dengan Zenon, saat kecil tanpa sengaja tubuhnya menyerap banyak Energi Yang yang berputar di sekitar rumah sakit dan energi itu tidak pernah bisa ia keluarkan karena sudah terikat dengan jiwa.
“Seperti yang pernah aku katakan sebelumnya. Jika Energi Yang seseorang lebih tinggi, maka dia mampu mengambil keberuntungan orang lain dan membuat orang – orang disekitarnya menjadi sial. Namun, kesialan yang ditimbulkan tidak selalu kecil, terkadang juga kesialan itu bisa menghantarkan mereka kepada kematian.”
Tiga bulan setelah Zenon lahir, ibunya —Sheryl Dominic— mengalami kecelakaan besar saat tengah pergi ke salah satu pusat berbelanjaan bersama Zenon. Pada saat itu, Zenon sama sekali tidak mengalami luka tapi Sheryl harus merelakan kedua kakinya yang di amputasi.
Beberapa minggu setelah Sheryl mengalami kecelakaan, Arsen Dominic mendatangi adik perempuannya itu dan berkata bahwa anak mereka tidak sama dengan anak yang lainnya. Arsen juga memberi saran kepada Sheryl agar membiarkan Zenon tinggal di Desa Amynthas sampai dia menemukan cara untuk menekan Energi Yang milik Zenon.
Akan tetapi, ayah Zenon —Shen Wenyu— merasa tersinggung dengan ucapan Arsen yang menyebut anaknya sebagai pembawa sial. Shen Wenyu juga dikenal sebagai seseorang yang tak percaya dengan hantu atau pun hal yang tidak masuk akal sehingga dia bilang bahwa Arsen Dominic pasti sudah kehilangan akalnya.
Pada akhirnya, Arsen tidak dapat membawa Zenon ke Desa Amynthas dan membiarkan Shen Wenyu serta Sheryl mengurusnya. Namun, ucapan Arsen kemudian menjadi kenyataan. Kesialan terus berdatangan tanpa henti dan mengguncang keluarga mereka.
Usaha milik Shen Wenyu bangkrut total, membuat keluarga mereka hidup dalam kemiskinan. Setiap kali Shen Wenyu ingin membuka usaha baru, selalu ada saja hal buruk yang menimpa. Entah gedung usahanya terbakar, ada karyawan yang membawa kabur uang modal, dan bahkan perampokan.
Puncak dari kesialan mereka adalah saat Sheryl harus dijemput oleh maut akibat mengalami sakit keras dan segala macam perawatan medis tidak lagi mempan.
Karena merasa depresi oleh keadaan, Shen Wenyu akhirnya menyerahkan Zenon kepada Arsen saat anak itu masih berusia lima tahun.
“Jika kamu terus bersama Ayah, maka Ayah akan mati.” Hanya itu kalimat terakhir yang Zenon ingat dari ayahnya.
Karena setelah itu, Shen Wenyu pernah lagi menampakkan wajahnya dihadapan Zenon, membuat Zenon merasa bila kelahirannya hanyalah pembawa sial yang seharusnya tidak ada. Bila dia tidak dilahirkan, maka Sheryl tidak akan meninggal dan Shen Wenyu masih hidup dalam gelimangan harta.
“Paman tidak mau aku terus menunggu ayah datang menjemputku, karena menurutnya ayahku telah berkelana jauh entah kemana, karena tidak lagi mau terikat dengan seorang pembawa sial. Pada akhirnya, Paman mengganti namaku dari ‘Shen Yuan’ menjadi Zenon Dominic karena ingin menjadikanku sebagai ahli warisnya.”
Arsen juga berharap bila Zenon tidak akan lagi mengingat kenangan buruk akan kematian Sheryl dan ucapan Shen Wenyu setelah mengganti namanya. Akan tetapi, perkiraan Arsen salah karena beberapa tahu setelahnya, sejarah kembali terulang.
Saat Zenon masih berusia empat belas tahun, Energi Yang miliknya berkecamuk tanpa henti meski sudah di tekan oleh berbagai macam jimat dan benda keramat. Kala itu, anting yang kini digunakan oleh Zenon dan Xena belum mencapai tahap sempurna sehingga daya tekannya pun masih kurang.
Tanpa sadar, Zenon telah menyerap keberuntungan Arsen dan membuat Pamannya itu meninggal akibat terjatuh dari tebing yang curam saat tengah melakukan pendakian gunung.
“Sejak kematian Paman dan tahu bila Energi Yang-ku semakin meningkat. Aku memutuskan untuk mengurung diri di dalam rumah selama dua tahun untuk menyempurnakan benda keramat yang sekatang kita pakai. Dahulu, satu – satunya orang yang berbakat untuk menciptakan benda – benda keramat hanyalah paman sehingga aku tidak bisa meminta bantuan dari shaman lain. Beruntung Paman meninggalkan banyak buku manual yang bisa kupelajari.”
Di dalam benak Xena, dia membayangkan sosok kecil Zenon berusaha melakukan segala hal seorang diri di dalam rumah selama dua tahun. Tanpa melihat sinar matahari secara langung, menghirup udara segal, dan berbicara dengan manusia.
Pantas saja Zenon tumbuh menjadi seseorang yang lebih dekat kepada hantu dibandingkan manusia.
“Semenjak hari itu, aku selalu takut ketika berada di antara kerumunan manusia. Karena, aku tidak mau kembali mengambil keberuntungan mereka dan memberikan kesialan. Apabila pekerjaanku menuntut aku untuk bekerja di keramaian seperti acara penghargaan selebritas, aku harus meminum obat penenang dan memastikan telah menempel banyak jimat penekan di tubuhku.”
“Namun, hari ini aku merasa tidak perlu melakukan itu karena berpikir akan baik – baik saja selama berada di dekatmu. Ternyata, pikiran buruk itu tetap muncul seperti noda yang tidak bisa dihilangkan.”
Xena akhirnya membalas, “Mengapa kehadiranku mempunyai pengaruh untukmu?”
Atau dengan kata lain, ‘Mengapa Zenon takut berdampingan dengan manusia lain tapi tidak takut apabila bersama Xena?’
Zenon tersenyum, “Karena kamu juga mempunyai Energi Yin melimpah. Saat Energi Yin dan Yang kita bertemu, keduanya sama – sama menjadi netral dan tak mampu mempengaruhi satu sama lain.”
Bagi Zenon, selama ini dia hanya mampu melihat Xena dari layar televisi mau pun kejauhan. Dia terlalu takut akan menyakiti wanita itu sampai merasa enggan untuk mendekatinya. Jika seandainya tidak melihat ada hantu yang mengikuti Xena di acara penghargaan, dia pasti tidak akan menghampiri Xena dan memberikannya jimat.
Tapi sekarang dia mampu berada begitu dekat dengan Xena, bahkan mampu melakukan kontak fisik tanpa takut akan membuat wanita itu menderita.
Xena Archer pada akhirnya menjadi satu – satunya tempat yang membuat Zenon merasa aman.
“Zenon.” Xena memanggilnya dengan lembut, seolah ingin menghangatkan hati Zenon yang selalu dirundung oleh ketakutan. “Mungkin kata – kata seperti ‘Itu bukanlah salahmu’ terlalu basi untuk kamu dengar. Tapi sungguh, kemalangan yang menimpa mereka bukanlah tanggung jawabmu. Tidak ada satu pun manusia yang dilahirkan ke dunia hanya untuk menjadi pembawa sial.”
“Bagiku, dibanding menyebutmu sebagai ‘Pembawa Sial’ lebih baik memanggilmu dengan sebutan ‘Pembawa Pesan Bagi Orang – Orang Yang Sudah Mati’. Karena berkat Energi Yang-mu yang melimpah itu lah, kamu mampu berkomunikasi dengan para hantu dan membantu mereka untuk meninggalkan dunia dengan layak.”
“Xena …”
“Zenon, kehidupan ini terlalu singkat untukmu terjebak di dalam penderitaan yang panjang.”
Xena melanjutkan, “Aku tidak mau melihatmu mati dengan penuh penyesalan dan menjadi roh yang tersesat. Karena itu, minumlah obat dengan baik dan jalani terapi secara teratur. Mulai hari ini, berhentilah meminum alkohol dan menghisap nikotin, kedua hal itu hanya akan membawa kesenangan sementara dan membuatmu menderita secara permanen nantinya.”
Zenon akhirnya tertawa kembali, “Nana, bagaimana bila kita memperpanjang kontrak kerja? Rasanya kamu sangat cocok menjadi pengasuhku, atau kamu ingin menanda tangani kontrak pernikahan? Walau kamu senang memarahiku, sepertinya kamu bisa menjadi istri yang baik.”
Secara reflek Xena melempar tisu dari atas nakas kepada Zenon, “Jangan memanfaatkan kebaikanku, sialan. Dan berhenti memanggilku Nana, itu terdengar menggelikan.”
“Nana.. Nana.. Nana.. Nana..”
Xena meringis saat melihat tingkah laku Zenon yang semakin menyebalkan padahal sebelumnya bertingkah begitu menderita. Tiba – tiba saja Xena menyesal telah memberikan dukungan moral kepada Zenon.
• • •
Penerbangan dari London ke Paris berlangsung tanpa hambatan sehingga Zenon dan Xena mampu sampai di bandara Paris setelah satu jam. Begitu mereka berjalan di koridor kedatangan, ada seorang pria berpakaian supir tengah memegang sebuah papan bertuliskan ‘Tuan Dominic’.
Tampaknya dia adalah seseorang yang diutus oleh Peter Rodriguez untuk menjemput Zenon dan Xena. Tanpa menunggu lama, mereka segera berjalan ke area drop off sedangkan supir itu pergi ke parkiran untuk mengambil mobil.
“Nana, kamu sudah biasa mengenal orang – orang di industri hiburan. Menurutmu, Peter Rodriguez itu orang yang seperti apa?”
Xena menaikkan maskernya hingga setengah wajah dan berbisik. “Sesungguhnya aku tidak mempunyai kesan yang baik dengan Tuan Rodriguez. Tiga tahun yang lalu, salah satu model dari agensi Tuan Rodriguez pernah bersaing dengan Helios untuk menjadi Brand Ambassador sebuah merk fashion yang bergengsi. Saat itu, nama Helios tengah melambung sangat tinggi sehingga pihak manajemen fashion itu lebih memilih Helios sebagai BA mereka daripada model dari agensi Tuan Rodriguez. Setelah sebulan Helios menjadi BA di merk fashion itu, ada banyak rumor buruk mengenai dirinya berdatangan.”
“Mulai dari rumor mengenai Helios yang memperlakukan staff dengan kasar, senang keluar masuk klub malam, dan puncaknya adalah saat dia dituduh melakukan pelecehan kepada seorang penggemar. Karena rumor buruk terus menggores namanya, ada banyak pihak BA yang memutuskan kontrak dan membuat Helios membayar kerugian yang besar. Padahal semua rumor itu hanyalah rumor belaka dan tidak terbukti kebenarannya tapi sudah banyak hujatan yang berdatangan ke akun sosial media Helios hingga tiga bulan lamanya. Beruntung pihak agensi Helios bertindak cepat dan membersihkan namanya setelah lima bulan.”
“Kamu berasumsi semua rumor itu datang dari Tuan Rodriguez?” tanya Zenon.
“Ya, dia adalah satu – satunya tersangka atas mimpi buruk Helios. Lagi pula, sudah banyak model lain yang namanya hancur setelah bersaing dengan model keluaran agensi Tuan Rodriguez. Karena itulah, kesanku terhadap Tuan Rodriguez sangat buruk.”
Sekali seorang selebritas mendapatkan skandal, akan sangat sulit untuk memulihkan nama mereka. Para penggemar setia sekali pun bisa saja berubah haluan saat terus didoktrin oleh rumor palsu, kemudian balik menghujat hingga titik darah penghabisan.
Helios Archer juga tidak luput dari hal itu. Xena bisa melihat seluruh akun sosial media Helios dibanjiri oleh komentar negatif, ada banyak orang yang mencerca Helios dengan kata – kata kasar dan bahkan dia sampai menerima surat ancaman pembunuhan setiap hari.
Siapa pun orang yang telah membuat Helios menderita, Xena pasti tidak akan memaafkannya hingga mati.
“Hmm … mungkinkah hantu yang mengganggu Tuan Rodriguez juga mempunyai dendam yang besar kepadanya?” tanya Zenon lebih kepada dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian, sebuah mobil limusin berwarna hitam mengkilat berhenti tepat di depan Zenon. Ketika kaca jendela diturunkan, Zenon dan Xena mampu melihat sosok Tuan Rodriguez yang berpenampilan kusut seperti belum pernah mandi selama satu minggu lamanya.
Supir lantas membukakan pintu untuk Zenon dan Xena sehingga mereka bisa segera masuk. Saat di dalam mobil, Zenon mengambil tempat di hadapan Peter Rodriguez sedangkan Xena melipir agak jauh. Peter Rodriguez melirik sedikit ke arah Xena yang masih menggunakan masker dan kacamata hitam hingga menutupi wajahnya tapi tidak mengomentari apapun.
“Kenapa kerja shaman begitu lama? Aku sudah meminta seorang shaman bernama Xie Jia untuk datang lebih dari sepuluh hari yang lalu tapi kalian malah baru datang sekarang!” seru Peter.
Zenon tetap menyunggingkan senyuman ramah meski tangannya sudah mencengkram pegangan payung dengan begitu erat. “Mohon maaf, tapi Master Xie sedang tidak mampu untuk melakukan pengusiran sehingga meminta kami untuk menggantikannya. Sayangnya, kami memiliki urusan beberapa hari ini dan baru bi—”
“Alasan! Kalian hanya beralasan! Apakah kalian ini memang tidak berniat untuk bekerja?!”
Cukup.
Ucapan Peter membuat darah di dalam tubuh Xena mendidih sehingga dia hendak bangkit untuk menampar wajah Peter yang menyebalkan. Tapi sebelum itu terjadi, Zenon buru – buru menggenggam tangan Xena dengan erat.
Xena tadinya berpikir Zenon akan membiarkan Peter Rodriguez bersikap semena – mena hanya karena ia adalah klien mereka. Akan tetapi, pikiran Xena terbantahkan saat melihat sorotan mata Zenon yang berubah tajam seolah ingin menguliti Peter hidup – hidup.
“Tuan Peter, jika Anda tidak bisa bersikap baik. Mengapa kita tidak membatalkan pertemuan ini? Walaupun Anda adalah klien saya, tetap saja Anda adalah orang yang paling dirugikan apabila saya tidak mau mengurus kasus Anda. Jadi, bersikaplah dengan baik bila ingin tetap hidup dengan damai.”
• • • • •
To Be Continued
22 September 2021
Theater Mini :
Zenon : Nana! Nana! Nana!
Xena : Berhenti memanggilku Nana! Memangnya kamu akan senang apabila aku memanggilmu dengan panggilan Zizi?!
Zenon : [Bersemu merah] Apakah itu panggilan sayang?
Xena : Tidak adakah hantu yang ingin memakan orang ini?!
Para hantu : [Menggeleng serempak] Rasanya pahit! Kami tidak suka!