Lucky terbelalak melihat, Bella bersiap menghujamkan pisau ke punggung Doni. Tanpa sadar, dia seketika berteriak. "Doni! Awas!" Tanpa diduga, Doni berbalik dengan cepat. Pria itu mencengkram pergelangan tangan adik Lucky itu. "Pisau kecil seperti ini nggak akan bisa melukai aku, Bella," seringai pria itu. Bella mengerang kesakitan dan berusaha menyerang Doni dengan tangan dan kakinya yang bebas. Namun Doni dengan mudah menangisnya. Pisau yang ada di tangan Bella pun terjatuh ke lantai. Doni menarik Bella dalam dekapannya dan menguncinya. "Kamu sudah memilih lawan yang salah." "Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku bukan Lucky?" tanya Bella di tengah perlawanannya pada Doni yang sia-sia. Badan Doni yang besar dan kuat benar-benar mengintimidasinya. "Kamu pikir aku nggak bisa membedakan kal

