"Lucky, sampai kapan mau begini terus? Kamu harus segera come back. Ini adalah moment yang tepat di saat semua perhatian semua orang tertuju padamu karena kasus Bella." Lucky hanya terdiam mendengar ocehan dari Pak Agung. Lucky memandang ke luar jendela seolah mengabaikan Pak Agung. Perasaannya sekarang ini benar-benar masih kacau. Tidak bisakah dia diberi waktu untuk beristirahat sebentar saja? Dia ingin menyendiri sejenak, tapi Pak Agun terus saja mendesak untuk segera merilis album baru. Pria itu benar-benar hanya mementingkan uang saja. "Lucky, bagaimana bisa kamu mengabaikan aku!" Emosi Pak Agung mulai memuncak. Bu Lisa yang berdiri di sampingnya segera menengahi. Wanita itulah yang kini menjadi asisten Lucky. "Pak, mohon mengerti, suasana hati Lucky belum begitu baik. Bagaimanapun
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


