Ami terdiam melihat Bella yang menangis di samping ranjang Lucky tak sadarkan diri dan sedang menerima transfusi. Dokter bilang jika Ami terlambat semenit saja, Lucky pasti sudah tidak bernyawa lagi. Namun karena pertolongan yang tepat, Lucky bisa diselamatkan. "Kak ... aku nggak tahu lagi harus bilanga apa, terima kasih, Kak. Terima kasih banyak," ucap Bella sembari tergugu. Ami menghampiri gadis itu dan memeluknya. "Nggak apa, Bel, itu sudah kewajiban aku, sudah jangan khawatir. Dokter sudah bilang kalau kakakmu akan baik-baik saja," ucap Ami. Bella hanya mengangguk pasrah. Dia mengenggam tangan kakaknya yang tidak terpasang infus. Kulit Lucky terasa begitu dingin. "Kenapa Kakak begini, kalau Kakak pergi aku bagaimana? Aku hanya punya Kakak di dunia ini," tangis Bella pecah lagi. Ami

