Lucky membuka matanya perlahan. Dia menatap sekelilingnya dengan bingung. Dia ada di mana? Sepertinya ini adalah bangungan tua yang kumuh. Lucky mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi. Dia hanya mengingat tentang niatnya untuk bunuh diri. Dia mengiris pergelangan tangannya tapi ternyata sakit sekali. Lucky lalu menyadari bahwa tindakannya salah. Bahwa dia sebenarnya tidak ingin mati. Setelah itu dia merasa pusing dan tidak ingat apa-apa lagi. Apa dia sudah mati? Apa ini alam barzah atau sejenisnya? "Kakak sudah bangun?" Lucky menoleh ke asal suara. Dia terkejut melihat sosok yang berdiri di hadapannya. Dia seperti melihat menatap sebuah cermin. Sekilas wanita itu begitu mirip dengannya. Namun bibirnya yang tebal dan alisnya membuat Lucky mengenali gadis itu. "Bella?" tanyanya bingung.

