Ting Suara pemberitahuan dari ponsel Adrian membuyarkan pikiran Gizca. Adrian mengambil ponselnya dan mengeceknya. Seketika raut wajahnya berubah tersenyum cerah. Hal ini membuat Gizca bertanya-tanya. “Ada apa?” Tanya Gizca. Adrian tidak menjawab, ia langsung saja mengambil laptop Gizca dan mengoperasikannya. Setelah beberapa saat bergelut dengan informasi yang tertera di layar, Adrian pun mengembalikan laptop itu pada Gizca. “Mereka baru saja mengirim laporan perkembangan proyeknya.” Kata Adrian senang. Gizca langsung saja memeriksa file yang baru saja dibuka oleh asistennya itu. Adrian tanpa terasa menghela nafasnya perlahan, “tuh kan, apa aku bilang! Jangan berfikiran buruk dulu!” Gizca mendecih kesal, lagi-lagi ia kalah dan harus mengakui bahwa Adrian adalah pekerja yang sangat ko

