Dua Puluh Empat

2178 Kata

Setelah perseteruannya dengan Nessa, Naila berubah menjadi pendiam. Saat perjalanan pulang pun, tak ada sepatah kata pun yang Naila keluarkan. Padahal, di sebelahnya, ada Aksa yang menyetir. Keduanya diam dengan lamunan masing-masing. Dilingkupi suasana hening tanpa suara berkepanjangan. Berbeda seratus persen dengan hari kemarin yang dipenuhi canda dan tawa. Semuanya hilang. Ponsel Naila bergetar, satu pesan masuk ke dalam kotak masuknya. Naila lekas menyentuh layar, membuka pesan, dan membaca isinya. Beberapa kali Aksa melirik ke samping karena penasaran. Tapi ia tidak berani bertanya dalam keadaan canggung seperti ini. Aksa memilih terfokus pada ruas jalan. Begitu sampai di rumah, Naila langsung turun dari mobil, berjalan masuk, tidak menunggu Aksa yang masih mengunci pintu mobil. Aks

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN