*** Tiga hari kemudian. Naila masih terbaring lemah di atas brangkar, selang infus menempel di tangannya, tak lupa dengan selang oksigen dan alat-alat penopang hidup lainnya. Beruntung, operasi yang dilaluinya berhasil. Tapi, sampai sekarang Naila belum sadarkan diri juga. Aksa turut menunggui Naila, menggenggam tangannya. Menemaninya dengan sabar sampai dia siuman. Tak pernah sedetik pun Aksa meninggalkan tempatnya. Dirinya merasa bersalah karena tak mampu mencegah kejadian naas beberapa hari lalu. Kalau saja waktu itu dia berhasil menahan tindakan gila Nessa, pasti semua ini tak akan terjadi. Berulang kali Aksa berkata dalam hati, kalau dia sangat-sangat mencintai Naila. Tak ingin kehilangan dia. Di luar, Angga, Belinda, dan Satria menunggu dengan wajah khawatir. Mereka sudah mendeng
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


