Dua Puluh Satu

5464 Kata

"Ada Nailanya, Om?" "A ... Ak ... Aksa?" mulut Surya gemetar ketika mencetuskan nama suami dari anaknya itu. Sekujur tubuhnya menegang. Bayangkan saja, seperti melihat orang mati yang bangkit dari kubur. Sementara Aksel mengerutkan kening ketika mendengar nama yang dilontarkan pria paruh baya ini. Aksa? Siapa? "Kenalin nama saya Aksel, Om. Temen Naila. Om ayahnya?" Surya masih bergeming. Pandangannya datar tak berekspresi. Aksel semakin kebingungan. Pasti ada yang tidak beres. Apa kedatangannya seperti hantu tak diundang? "Om kenapa? Nailanya ada?" Aksel berusaha membuyarkan lamunan Surya. Dan kala itu juga Surya nyaris terhuyung, tapi cepat-cepat disangga Aksel. "Eh Om, Om nggak pa-pa? Saya bantu buat duduk, Om." Aksel meletakkan tangannya di kedua bahu Surya, membantunya untuk duduk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN