Olivia mengerang pelan, kemudian kepalanya menggeliat sebentar. Perlahan-lahan, kedua matanya terbuka. Bau rumah sakit membuat Olivia menyadari dimana dia berada saat ini. Olivia meringis, lalu dia merasakan pergerakan di atas ranjangnya. Ketika Olivia melirik ke sampingnya, dia menemukan Richard duduk di sisinya, menatapnya dengan tatapan kosong. Untuk sesaat, mereka hanya saling bertatapan satu sama lain dan hal itu membuat Olivia mengulang seluruh hal yang terjadi pada mereka di dalam kepalanya. Lalu Olivia menyadari sesuatu hingga dia memaksa tubuhnya utnuk duduk meski bibirnya meringis menahan rasa pusing. “Olivia...” gumam Richard berusaha membantu Olivia duduk. “Bayiku...” lirih Olivia. Kedua tangannya menyentuh perutnya. “bayiku—”
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


