Dompet yang lusuh

1857 Kata

Sepulangnya dari Rasya Cafe, Ara di jemput oleh Malvin. Pria itu tengah mencecar Ara, yang pergi bersama Pria lain. Malam ini Ara mengakui kesalahan-nya, dan meminta maaf pada Malvin karena telah pergi bersama Rasya tanpa sepengetahuannya. Suasana di dalam mobil mendadak hening. Malvin yang terlanjur badmood, namun mencoba memaklumi Ara. Sejujujurnya Ara pun sama seperti Malvin, ia penasaran dengan Wanita yang bersamanya tadi di kantor. Namun Ara enggan untuk menanyakan-nya karena tidak ingin memperkeruh keadaan. " Besok lo pergi anterin sayur nggak? " Tanya Malvin memecah keheningan. Besok adalah hari libur, atau tanggal merah. Sehingga sudah pasti Ara akan menyempatkan waktu menjadi pengantar sayur. " Iya. Besok kan libur! " sahut-nya, tetap menatap lurus ke depan. " Em, Mau gue a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN