Telah kembali terjadi, peraduan bib¡r Ara dan Malvin. Kali ini mereka melakukannya di atas ketinggian, di dalam biang lala. Setelah cukup lama keduanya berc¡uman, mereka tesadar ketika Biang lala yang mereka naiki kembali bergerak. Sontak mereka berdua pun canggung, menyadari tindakannya. Baik Ara maupun Malvin, jantung mereka tentu berdebar sangat cepat, lebih dari biasanya. Tak lama kemudian, Biang lala mereka kini berada di dasar. Mereka pun perlahan turun dengan perasaan yang sama-sama canggung. " Gimana kalau setelah ini kita makan? " Ujar Malvin, memecah rasa canggung di antara mereka. " Ah, boleh deh! " Tak ada pilihan lain bagi Ara, untuk menyetujui ide Malvin. Mereka berdua kini berjalan menuju ke cafe untuk makan. Meski sempat merasa canggung, namun perlahan mereka menepis

