Raira menunduk lesu, saat ada dua bodyguard berjalan di belakangnya dan tentu saja ada Shifa di belakangnya, mendorong kursi roda karena Aksya meminta Raira memakai kursi roda sampai kakinya benar-benar pulih. Di perlakukan seperti ini bukan membuatnya merasa bangga tapi malah sebaliknya, ia merasa terkengkang, merasa malu dan merasa jika dirinya ini lemah sampai-sampai ada yang menjaganya. Banyak yang memperhatikannya, saat ia menatap orang yang terus-terusan memperhatikannya orang yang di tatap malah berlari cepat-cepat masuk kedalam kelas. Ia memutar bola matanya malas, contoh orang seperti inilah yang selalu berbicara busuk di belakang dan tidak berani berbicara langsung di depan. "Mr. Qel, Mr. Gak usah nganterin Ara sampe kelas, sampe sini aja,"ucap Raira memohon pada Mr. Qel. Mr.

