26. Demi Raira

1153 Kata

Raira menatap takut kearah Deva, dari tadi menatap Raira tajam tapi dia tidak mengatakan apapun. Raira pura-pura sibuk dengan buku-buku yang ada di meja belajarnya, terus-terusan menatap Deva membuatnya merinding. Deva menutup buku Raira dengan paksa. Raira menelan salivanya dengan kasar, mendongkak keatas menatap sebentar Deva. "A-ada apa kak?Ara takut,"ucap Raira terbata-bata. Deva mencengkram dagu Raira agar mendongkak kearahnya, keringat Raira sudah memenuhi pelipisnya. "Kau tidak mendengarkan ucapan kakak!"ucap Deva dingin. "Sakit kak,"rintih Raira. "Jika kau terus-terusan membantah ucapan saya, saya tidak akan segan-segan untuk membuatmu sakit lebih dari ini!"bentak Deva membuat tubuh Raira gemetar. "Aku ngak membantah kakak,"elak Raira. Deva semakin memperkuat cengkramannya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN