24. Please, Jangan Mendorongku

1106 Kata

Belva keluar dari kamar mandi memakai bathrobe, sejak tadi dia masih terpikirkan dengan perkataan Nathan. “Apa yang dipikirkan pria itu?” gumamnya sambil duduk di depan meja rias, untuk memakai skincare. “Sepertinya pria itu sudah gila!” gerutunya. “Aku tidak ingin menjalin hubungan—“ “Cukup tidak menolak apa yang kulakukan untukmu, itu lebih dari cukup, Belva. Please, jangan mendorongku,” suara Nathan bergetar bersama dengan pupil matanya. Tidak ingin Belva semakin dingin padanya, Nathan tidak ingin memaksa perasaannya pada Belva. “Masuklah, kau pasti lelah karena bermain game tadi,” ucap Nathan menyuruh Belva masuk. Belva menghela napas kasar, duduk dipinggiran ranjang, memandangi langit-langit kamar. Kata-kata Nathan terus menggema dipikirannya. Dia tertawa. Pria yang mendadak mend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN