Belva tidak menjawab pertanyaan Nathan, dia menatap ke arah luar jendela. “Ya, aku baik-baik saja,” jawab Belva setelahnya. Mendengar jawaban yang seakan tidak tulus itu, Nathan menatap wajah Belva, mencoba untuk menembus lapisan keangkuhan yang terpancar di matanya. Wajah Belva terlihat tegar, tapi, di balik itu, Nathan merasakan ada kerapuhan yang tersembunyi. ‘Bagaimana bisa kau mengatakan baik-baik saja setelah apa yang dilakukan oleh keluarga pria b******k itu’ Nathan membatin. Belva membiarkan kesunyian yang tidak nyaman mengisi ruang di antara mereka. Gosip negatif yang beredar tentangnya tampaknya telah menciptakan topeng dingin di wajahnya. Nathan merasakan denyut jantungnya berdegup kencang, tidak suka dengan jarak emosional yang tercipta di antara mereka. Tanpa ragu, Natha

