Slice 117

1011 Kata

"Ya Allah ... astaghfirullah ...." Supartun yang terkejut segera berlutut untuk memastikan kondisi Brasta. Ia lihat Brasta benar-benar diam tak bergerak, dengan kedua mata terpejam. Wajahnya sangat pucat. "Apa-apaan kamu, Arya? Apa yang sudah kamu lakukan?" Sorot mata Supartun menyimpan kekecewaan dan kesedihan yang mendalam. Tak menyangka putranya sendiri yang selalu ia besarkan dengan penuh kasih sayang, tega melakukan hal sekeji ini. Arya hanya terdiam. Sorot matanya merasa bersalah. Namun ia masih berusaha menolak rasa bersalah yang ia rasakan. Jujur, Arya tidak menyangka jika pukulan yang ia lakukan akan sampai membuat Brasta tidak sadar kan diri seperti ini. Padahal menurutnya, pukulan yang ia lakukan juga tak terlalu keras. Arya sedang memikirkan kemungkin terburuk. Apa ia sala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN