"Kalau begitu, malam ini Mas Brasta tidur di rumah saya dulu aja, ya. Soalnya kan masih besok izin ke kantor desanya. Nanti belum tahu sama pihak desa, Mas Brasta mau ditempatkan di rumah siapa, atau disediakan tempat khusus. Tidak apa-apa kan Mas Brasta?" Brasta pun merasa sangat lega. Ia sudah sangat takut akan ketahuan di langkah pertamanya. Setidaknya malam ini ia sudah dapat tempat menginap. Tapi besok ia masih akan deg-degan lagi, karena harus menyerahkan surat yang sama pada pihak balai desa. Semoga saja berjalan sama lancarnya dengan sekarang. "Alhamdulillah, tentu saja tidak apa-apa, Pak. Saya bersyukur sekali karena sudah diterima di rumah Bapak. Sebenarnya saya mau berangkat tadi pagi saja supaya segera sekalian bisa ke balai desa. Tapi ternyata tadi pagi ada kendala." "Tidak

