"Kenapa, Ar? Kok kayaknya kamu lagi nyembunyiin sesuatu?" Brasta masih terus berusaha. "Ng-nggak kok. Nggak kenapa-kenapa. Ya emang terkenal bahaya aja kalau lewat jalur Badak Pon. Kita lewat jalur lain aja ya kalau emang jadi mau muncak." Brasta sebenarnya sudah tidak ingin memaksa Arya lagi. Tapi ia akan melakukan satu usaha lagi. Jika memang belum berhasil, ya terpaksa harus ia tunda dulu. Akan ia usahakan lagi lain waktu. Ia tidak mau terlalu memaksa Arya. Jatuhnya nanti Arya malah akan kesal padanya. "Jujur aja deh, Ar kenapa? Maksud aku ... bahayanya itu gimana? Emangnya pernah makan korban?" Akhirnya pancingan terakhir itu meluncur dari mulut Brasta. Arya pun terdiam. Raut wajahnya nampak sedih. Dan itu membuat Brasta merasa bersalah sebenarnya. "Iya, Brasta," jawab Arya akhir

