Gayatri akhirnya memutuskan untuk berbalik. Ia sadar. Ini tidak akan adil bagi Angkasa, jika ia terus menatap pemuda itu dari sini. Angkasa sengaja mencari tempat yang sepi, supaya bisa meluapkan perasaannya dengan puas, tanpa dilihat siapa pun kecuali Tuhan. Angkasa butuh privasi untuk melakukan itu semua. Tapi Gayatri malah mencuri pandang dari tempatnya berdiri. Gayatri berjalan pergi. Ia mengikuti petunjuk arah yang ada. Lebih baik ia langsung ke kantin saja, mengingat ia sudah sangat lapar. Dan ia juga harus membelikan makanan untuk ibunya. Nanti saja, ia akan mencari kesempatan lain untuk saling bertemu dengan Angkasa lagi. Masih ada banyak kesempatan kan pastinya. Karena Angkasa juga tak akan ke mana-mana, mengingat Aksara masih dirawat di sini. Uhm ... bisa jadi Angkasa pulang un

