Tale 115

1810 Kata

Tak terima dikatai oleh Brasta, makhluk itu pun murka. Ia berteriak sangat keras. Dari mulutnya keluar cairan merah pekat bercampur pula dengan belatung yang gemuk-gemuk. Bau busuk semakin tercium dengan pekatnya. Membuat Brasta mual, sampai terpaksa harus muntah di lantai sebelah ranjang. Ia tak bisa pergi karena makhluk itu masih duduk di atasnya. "Apa? Kamu marah? Sorry, ya. Aku nggak bermaksud buat body shaming. Tapi apa yang aku bilang tadi, semuanya adalah kenyataan. Kamu jelek, kamu bau. Coba aja ngaca. Oops, aku lupa. Kamu kan nggak nampak di kaca. Pantes aja, kamu jadi nggak tahu diri. Sorry aja, aku bukan manusia lemah. Aku nggak takut sama kamu. Cuman jijik aja. Udah jelek, nggak tahu sopan santun. Main naik ke tubuh orang sembarangan. Beraninya sama orang tidur. Giliran orangn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN