-kesakitan ini sungguh nyata jika hanya di anggap ilusi belaka- ****** Hati Shilla hancur. Benar-benar hancur. Tak pernah sekalipun separah ini kondisi hatinya. Tapi, kalimat yang di ucapkan ayah dari ketiga anaknya seakan mantra. Hati yang biasa kebal akan cobaan atau hinaan apapun, kini tak berbentuk. Ditambah ketiga putranya yang jatuh sakit secara bersamaan. Apakah mereka merasakan penolakan ayah kandungnya? Revan. Pria itu tak pernah menampakkan batang hidungnya di hadapan Shilla lagi. Bahkan Cello. Cello bingung, sahabatnya itu belakangan ini seperti menjaga jarak dengan dirinya. Namun, namanya saja Cello. Akan mudah melupakan sesuatu bila di hadapkan dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Bermain dengan keponakannya misal. Setidaknya dengan ketiga putra yang jatuh sakit da

