“Aku ingin kekasih ku tersenyum manis sekarang, persetan dengan Lisa Stelle sialan itu. Tersenyum lah...” bisik Aldrich tepat di daun telinga Angela. Angela tersenyum saat Aldrich menolong untuk mengangkat ujung gaunnya saat mereka memasuki aula utama itu, “Terima kasih dan maaf jika aku terlalu sensitif pada perkataan wartawan.” Angela bergumam pelan. Aldrich mengulum senyuman penuh kemenangannya, “Aku tahu bahwa aku sangat tampan dan mendebarkan, wajar saja jika kau merasa cemburu dan takut aku direbut oleh wanita lain.” Ucap Aldrich dengan pongahnya. Angela berdecak kesal, “Jangan terlalu percaya diri, Mr. Spanos...” gumamnya membuat Aldrich mencuri kecup bibirnya. “Aish, nakal sekali...” sungut Angela mendengus tak suka, namun senyuman yang ia kulum jelas menyembunyikan perasaa

