Tiga pengusaha muda yang sangat berpengaruh di bidangnya masing-masing itu berkumpul dalam satu meja yang sama, membuat para wanita-wanita pengincar pria kaya raya berkumpul memperhatikan mereka dengan penuh rasa kagum. Aldrich Spanos, Alexander Murich dan Benedict Charlos terlalu sempurna untuk tidak menarik perhatian khalayak ramai. Terlebih mereka tertawa dengan sangat lepas dan menikmati obrolan mereka. “Bagaimana dengan kegiatan mu sekarang memimpin perusahaan kecil yang hampir bangkrut itu? Ku dengar dari Jonathan kini kau terjerat dengan pesona wanita Asia-Amerika yang merupakan sekretaris mu, benarkah itu?” tanya Benedict membuat Aldrich menghembuskan napasnya pelan. “Mengapa kau dan Jonathan gemar sekali bergosip...” Menjentikkan jarinya, “Gosip bukanlah rumor, apakah dia

