Mata indah itu berkedip perlahan, menatap matahari yang sedang merangkak naik dari garis cakrawala. Disudut sana, perlahan lampu-lampu kota dimatikan. Jembatan Brooklyn yang kokoh, patung liberty yang terlihat begitu megah dan kota New York yang tak pernah mati. Semuanya indah, banyak kisah indah yang ingin dia bangun kedepannya. Hanya bersama Aldrich... Kemarin dia sempat berpikir untuk pergi meninggalkan kota ini, bahkan di dalam mimpi saja dia menangis. Alam bawah sadarnya menjerit saat dekap hangat Aldrich perlahan menghilang dan dirinya yang rapuh perlahan hancur. Angela tidak suka saat hatinya di kuasai oleh perasaan yang terlalu dalam untuk seseorang, namun dia tak berdaya saat logikanya selalu mengalah pada keinginan hati. Cintanya untuk Aldrich telah terlalu dalam dan sangat s

