Siapa Bilang Kamu Bisa Pergi?

1083 Kata

Tanpa menoleh, Diego berbicara lagi. “Kamu terlalu cemas, terlalu kaku… padahal kamu cukup cantik kalau diam.” Komentar itu menampar Hazel lebih keras dari yang mana pun, bibirnya ingin mengatakan sesuatu namun tak sepatah katapun mampu keluar. Dengan genggaman erat pada map, Hazel membalas—gemetar tapi tetap ada kekuatan di matanya. “Saya tidak di sini untuk cantik, saya di sini untuk bekerja.” Diego perlahan menoleh. Senyumnya berubah… bukan hangat—lebih seperti orang yang menemukan permainan baru. “Mungkin itu masalahnya.” Hazel tidak mengerti. Tidak ingin mengerti. “Saya akan revisi artikelnya dan mengirimkan pada Anda besok siang,” ucapnya tegas, sebelum membungkuk sopan dan berbalik hendak pergi. “Hazel.” Langkah Hazel terhenti. Jari-jarinya meremas map hingga buku jarinya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN