Sebuah tangan kekar yang melingkar di pinggangnya membuat gadis yang tengah bersandar di pembatas balkon itu terkesiap, terasa hembusan napas pelan hangat dari tengkuknya. "Kenapa disini, hm?" tanya lelaki di belakangnya. Gadis yang hanya mengenakan kemeja kedodoran sampai paha itu menggeleng pelan, "aku cuma cari angin aja." "Masuk, nanti masuk angin." Ujar lelaki itu dengan suara beratnya. Riska sontak tersenyum tertahan, lumayan senang diperhatikan begini. Namun entah kenapa pelukan lelaki itu kian mengerat, terasa hembusan napas dari lelaki itu kian memberat membuatnya sedikit mengernyit. "Kamu harus tanggung jawab." Bisik lelaki itu pelan. Tentu saja gadis itu langsung menoleh kaget, terheran-heran. "Tanggung jawab apa?" "Untuk yang tadi." Hampir saja gadis itu tersedak untung

