"Apa?" Gadis cantik bersanggul rapi itu menggaruk pelipisnya perlahan. "Untuk sementara kita saling menjauh dulu soalnya—" "Aku gak mau!" Sontak gadis itu melotot, menatap lurus lelaki di depannya. Padahal dirinya belum menyelesaikan ucapannya tapi sudah ditolak mentah-mentah. Dengan sabar ia mencoba menarik napas dalam-dalam. "Dengerin dulu, kita gak putus tapi cuma—" "Aku.gak.mau." Kali ini Riska langsung kicep, mendengar setiap penekanan dan ekspresi menyeramkan lelaki di depannya membuat nyalinya ciut seketika. Lelaki itu menatapnya begitu intens, membuatnya jadi melirik kanan kiri gelagapan lumayan panik. "Jangan pernah menyarankan hal seperti itu lagi." Tukas Segara benar-benar terlihat jika sedang menahan emosi. Riska jadi mengulum bibirnya menciut, "aku cuma berpikir itu id

