Ciuman yang terbilang panas itu akhirnya terselesaikan dalam beberapa menit, nampak bibir bengkak gadis itu sambil terengah-engah dengan d**a naik turun. Ia menyeka bibirnya dengan wajah yang ia yakini pasti sekarang seperti kepiting rebus, padahal tadi ketika mencium lelaki itu ia tidak terlalu malu tapi setelah selesai rasanya ia ingin melompat ke dalam sumur saking malunya. Lelaki itu sendiri tampak begitu tenang di posisinya, bahkan menatapnya tanpa ekspresi berarti di wajahnya membuatnya sedikit kecewa, masa ia sudah melakukan sejauh itu masih gagal juga? "Mas masih marah sama aku?" tanyanya dengan puppy eyes supaya dikasihani. Lelaki itu melemparkan tatapannya ke luar jendela, "kamu melakukan hal itu hanya untuk menyuapku agar tidak marah?" ceplosnya benar-benar skakmat. Riska la

