"Eungh ... " Sambil melenguh berat perempuan itu mengerjapkan matanya yang masih terasa berat sambil menguceknya, tak lama setelah rasa kantuknya memudar ia bangkit dari tidurnya bertepatan dengan suara deritan pintu. "Bangun dari kapan?" Riska menatap lelaki yang memakai setelan jas rapi sambil memegang nampan itu dengan mata mengerjap. "Barusan." Jawabnya dengan suara serak khas bangun tidur. Segara menaruh nampan yang berisi piring dan air itu ke atas nakas, kemudian duduk di samping tempat tidur menatapnya lekat. "Hari ini kamu izin aja." Ujarnya lembut sambil mengelus rambutnya. Riska tentu saja langsung mengerjap, mengecek jam di kamar dan seketika mendelik saat tahu sekarang sudah hampir jam delapan. "Aku telat," paniknya hendak beranjak tapi keburu ditahan lelaki di depannya

