Keduanya terus bergulat dalam cumbuan yang manis itu, bahkan entah sejak kapan posisi mereka sudah saling membelit, tubuh besar Darel seakan melingkupi seluruh tubuh mungil Serena, keduanya seolah lupa jika status mereka sangat tidak wajar untuk melakukan ciuman seperti itu. Selang beberapa menit akhirnya mereka melepas ciumannya dengan napas saling tersengal-sengal dan d**a naik turun. Mereka berdua bertatapan satu sama lain dengan pupil membesar, tentu saja merasa malu dan canggung setelah melakukan itu semua. "I-itu ..." Darel mundur, seolah baru sadar langsung menutup mulutnya sendiri dengan sorot paniknya. Serena tetap tenang, justru menggaruk tengkuknya tanpa rasa bersalah. "Hahaha!" ia tiba-tiba tertawa saking tidak tahunya harus merespon bagaimana. Darel mengerjap kaget, tak la

