Sejak beberapa menit lalu yang mereka lakukan hanya berdiam, keduanya sama-sama terlihat canggung satu sama lain. "Ehem!" dehaman cukup keras dari gadis itu membuat Darel melirik. "Ngomong-ngomong masakan kamu enak," celetuknya sejujurnya hanya ingin memecah keheningan yang mencekam itu. Lelaki berkaos polo khas lelaki karir yang sudah dewasa itu menelan ludah, bola matanya menelisik lebih jauh ke arah gadis di depannya dengan kian intens. "Makasih." Lalu hening kembali, Serena jadi mengerutkan dahinya kesal, ia sudah repot-repot buka suara kenapa balasannya singkat begitu sih kan dirinya jadi bingung cari bahan obrolan baru. "Luka kamu gimana?" "Ha?" kaget sekali tiba-tiba lelaki itu menanyakan keadaannya, tanpa sadar ia meluruskan punggungnya dengan dehaman pelan. "Udah mendingan k

