Part 34 Perjuangan Segara

1087 Kata

"Makasih ya Mas." Darel mengangguk dengan senyuman manisnya, "hm, kamu cepet masuk trus istirahat." Pesannya dibalas anggukan kecil gadis itu, selanjutnya Riska berjalan masuk ke dalam lift untuk naik ke unit apartemennya. Gadis itu bersandar di dinding lift, merogoh hanphonenya dan mengeluarkannya, ia nampak seperti orang yang tengah menunggu pesan dari seseorang tapi gengsi untuk menghubungi duluan. "Kenapa tadi tiba-tiba dimatiin ya teleponku." Gumamnya menghela napas, akhirnya kepikiran juga. Ting! Lift berdenting dan ia pun beranjak keluar, beberapa kali ia masih mengecek hanphonenya tapi sama sekali tidak ada notifikasi yang masuk. "Ck, bodo lah kenapa aku mikirin tuh orang!" decaknya segera memasukkan hanphonenya ke dalam saku dan berjalan cepat, namun alangkah syoknya ia ketik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN