"Riska?" "Uhuk!" gadis itu langsung pura-pura batuk untuk menutupi rasa malunya, memalukan sekali dirinya seperti maling yang kepergok. Segara jelas mengernyit, kenapa gadis ini ada di depan ruangannya perasaan dirinya tidak memanggilnya. "kenapa kamu disini?" "Saya tadi habis dari kamar mandi." "Bukankah ada kamar mandi yang lebih dekat dengan ruanganmu sendiri?" picingnya menatapnya heran, gadis itu langsung tersenyum lebar untuk menutupi kebodohannya. "Ah iya, tapi kebetulan disana lagi penuh jadi saya cari yang kosong." Alibinya ngeles dengan alami, sepertinya ia punya bakat-bakat ngibul yang bisa dimanfaatkan. "Siapa?" Riska seketika melirik gadis yang baru keluar dari ruangan itu pasti karena terganggu dengan kehadirannya, gadis bertubuh tinggi kurus seperti layaknya model c

