"M-maaf sepertinya saya salah dengar," ujarnya tertawa kaku yang terlihat jelas dipaksakan. Segara hanya menatapnya lurus dengan ekspresi masih tetap serius. "Kamu gak salah dengar." "Jadi maksudnya–" "Iya aku masih menyukaimu." Potong lelaki itu mengaku kian terang-terangan, sudah basah sekalian menyelam saja. Tentu saja mendengar pengakuan yang sangat out of the box itu membuat Riska sampai tercengang di tempat, perasaannya benar campur aduk tak karuan tapi tentu saja perasaan syoknya yang sangat terlihat jelas. Mana mungkin ia tidak syok tiba-tiba mendapatkan pengakuan dari mantannya ini. "Lalu?" "Hm?" Gadis itu bersedekap, mengangkat dagu menatap lantang lelaki di depannya. "Lalu apa yang akan Bapak lakukan? Kita sudah tidak punya hubungan apapun sekarang jadi itu sudah tidak pe

