"P-pak?" lirih gadis itu menelan ludah menatap lelaki yang menindih di atasnya. Lelaki dengan bahu lebar, leher jenjang yang terlihat urat di sekitarnya, serta jawline tegas membuat gadis itu benar-benar menyadari betapa seksinya lelaki itu sekarang. "Kamu masih panggil aku Pak di situasi saat ini?" Riska seketika menipiskan bibirnya, menahan degupan jantungnya yang kian kencang. "Mau dipanggil apa?" tanyanya dengan suara mulai memberat. Lelaki itu menyayukan tatapannya, terlihat sangat dalam dan intens. "Terserah." Riska jadi sedikit mendelik mendengar jawaban itu, kenapa lelaki ini seperti perempuan saja yang sedikit-sedikit jawabnya terserah. Ia yang masih belum siap dikejutkan dengan sebuah benda basah dan hangat yang menyapu lehernya, terasa geli namun menyenangkan untuk waktu yan

