Negosiasi Dengan Bos

1105 Kata

Tobias terkejut melihat Alea masuk ruangannya tanpa mengetuk pintu dahulu. Tersenyum seakan tidak ada hal buruk telah terjadi padanya. Tobias tahu ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi padanya. Perempuan itu sudah pasti memanfaatkan kondisinya. Senyum Alea sudah menjelaskan kalau akan ada tuntutan besar yang menguntungkannya dan tentu saja merugikannya. “Apa preman – preman itu ada hubungannya sama preman – preman yang mengejar Kak Tobias waktu di Korea dulu?” tanya Alea, membuka sebuah obrolan tanpa basa – basi. “Masalah itu kamu nggak perlu tahu. Aku akan mengurus semuanya. Kamu tenang saja.” Tobias tidak bermaksud dingin, tetapi ia tak ingin membicarakan masalah ini dengan Alea. Alea menggembungkan pipi namun kemudian mengembuskannya ke udara. Membuang muka sejenak untuk mengatur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN