Aku Bukan Pembunuh!

1249 Kata

Ada pepatah yang mengatakan, ‘jangan membangunkan singa tidur’. Pepatah itu juga berlaku bagi Alea. Gadis itu bahkan tersenyum saat sebuah pisau berada di depan lehernya. Semua orang tiba – tiba terdiam dan membeku, seakan ada hujan es dalam kantor ini. Rendra maju selangkah namun segera terhenti saat preman itu menusuk kulit Alea hingga darah mengalir keluar. Kedua tangannya menggenggam erat, urat – urat di lengannya mencuat. Setetes darah  Alea harus dibayar dengan nyawanya. Kedua tangan Alea mengepal erat, Rendra semakin geram dan tak tahan dengan pemandangan ini. Ia harus menyelamatkan Alea, apapun caranya bahkan jika harus kehilangan nyawa. Rendra hendak melangkah maju lagi namun lengannya dicekal erat oleh Tobias. Meski ingin berontak, tapi Rendra sadar kalau nekat maka Ale

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN