Nek Miftah menatap keduanya bergantian, dengan kedua alis bertaut dan selanjutnya wanita lanjut usia itu terkekeh menertawakan mereka. “Kalian bercanda? Padahal nenek nggak masalah lho kalau kamu beneran pingin lamar Ratu dan menikah secepatnya. Nggak usah pakai drama Ratu hamil segala.” Ratu menatap Raja. Dia pun ikut tertawa agar suasana tidak terasa mencekam. “Iya nih Bang Raja kok malah mengada-ngada sih, kalau mau nikahin aku ya to the point aja dong.” Ratu berpura-pura, tentu dia lakukan demi menjaga nama baiknya di hadapan nenek. “Ratu, nenek perlu tau. Kamu nggak perlu nutupin, karena aku nggak akan lari dari tanggung jawab.” Raja menatap lekat pada Ratu, membuat wanita itu tiba-tiba tak bisa berkutik. Lalu Raja menatap neneknya yang seakan menunggu kalimat lanjutan darinya. “U

