Sepasang sahabat sejak masa kuliah itu, memang pernah berjanji untuk selalu bersama dan tidak saling meninggalkan. Namun, Ratu tidak menyangka jika mereka juga bernasib sama. Sama-sama sedang mengandung, bedanya Desy langsung memutuskan untuk aborsi. Haruskah nasib mereka seperti ini? tidak, bukan begitu maksud mereka. Sehidup semati dan selalu bersama, tapi tidak untuk hal-hal seperti ini. “Ada apa Ratu? kok kamu malah melamun?” nenek memperhatikan Ratu sejak beberapa menit lalu. Wanita itu terdiam dengan tatapan kosong diantara keramaian. “Nggak Nek.” ya, mana mungkin Ratu harus jujur untuk hal yang satu ini. “Jangan banyak pikiran, apalagi sampai stres, ntar berpengaruh dengan janinnya.” nenek mengingatkan. Sementara Ratu belum membalas chat Desy, dia hanya membacanya saja. Tida

