Menjadi Detektif

2266 Kata

Tatapan lelaki itu terasa cukup menyeramkan di penglihatan Ratu hingga dia mengambil langkah mundur, bersandar pada daun pintu yang tertutup rapat. “Itu, aku mau-“ “Apa kamu amnesia?” sindir Raja. “Kamu lupa dokter bilang apa? kamu harus apa?” Raja menyerangnya dengan banyak pertanyaan. “Iya aku ingat. Aku nggak lupa, beneran. Tapi ini, urgent banget, menyangkut nyawa seseorang.” memikirkan Desy yang mungkin bisa saja mengakhiri hidupnya karena frustasi. “Siapa? bukan akal-akalan kamu aja?” “Bukan Bang, Desy ngabarin aku kalau dia juga hamil, entah dengan siapa dan malam ini dia putusin buat aborsi, aku cuma takut dia ngelakuin hal-hal di luar batas,” jelas Ratu. “Desy?” “Iya. Please, boleh, ya?” Ratu memohon. Tidak menjawab, Raja malah memegang tangannya untuk menarik wanita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN