Coba-coba

1279 Kata

“Gue nggak tau harus mulai ceritanya darimana…” Desy masih terisak di dalam pelukan Ratu. Meski dia tidak tahu bagaimana rasanya dihianati, setidaknya dia tahu bagaimana rasanya patah hati. Menyesakkan d**a, membuat susah tidur, susah makan, bahkan untuk bernapas saja rasanya seperti tercekat. “Ya udah, lo nangis aja sepuasnya. Nanti kalau udah tenang, lo boleh cerita yang banyak sama gue. Walaupun gue nggak pernah ngerasain gimana sakitnya dihianati, tapi gue tau gimana rasanya patah hati, Des. I feel you.” Ratu mengusap-usap punggung Desy yang masih menangis tersedu-sedu. Terdengar amat menyedihkan. “Kita udah order cincin buat tunangan, kita berdua juga udah nabung dan prepare buat nikahan, tapi ternyata…” Desy tidak mampu meneruskan kalimatnya. “Emang ya cowok berengsek itu pinta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN